MAKASSAR, benuaaulsel.com-Senin, 6/9/2021. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dibeberapa daerah di Indonesia mulai dibuka, seperti di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan beberapa daerah yang lain.
Syarat pemberlakukan pembelajaran tatap muka adalah apabila daerah tersebut telah mengalami penurunan level PPKM misalnya level 4 menjadi level 1-3 namun tetap mengikuti persyaratan Prokes.
Di Sulsel misalnya ada beberapa daerah yang telah mempersiapkan diri terutama sekolah-sekolah tingkat SD, SMP, beberapa sekolah telah rampung melakukan Vaksinasi pelajar misalnya Makassar, Gowa, Maros dan beberapa daerah lainnya. Dalam PTM nantinya akan tetap dilakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan siswa-siswa.
Ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat memastikan seluruh siswa maupun guru-guru dalam konsdisi terkendali, aman, sehat.
Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dr. Ariani Dewi Widodo, S.Pa(K) memberikan tips agar PTM dapat tetap melaksanakan PTM dengan aman disampaikan melalui beberapa media, berikut tips menurut dr. Ariani ;
1. Masker cadangan,
Menurut dr. Ariani ini siswa harus dibekali masker cadangan untuk mengantisipasi jika masker anak jatuh atau basah sehingga dapat dengan mudah mengganti dengan dengan maaker cadangan.
Begitupula seandainya ada teman temannya yang kebetulan maskernya kotor, atau basah maka dengan mudah dapat memberikan masker cadangan tersebut ke temannya.
2. Hand Satitizer
Selain masker siswa juga perlu dibekali hand Satitizer atau pembersih lainnya tissu basah, ini mengantisipasi jika anak memakai barang temannya.
3. Kantong
Kantong juga perlu dipersiapkan, untuk menyimpan masker yang sudah tidak terpakai. Hal ini merupakan langkah cadangan jika tidak menemukan tempat sampah.
Contohnya mereka dalam perjalan pulang dari sekolah ke rumah, supaya masker tidak dibuang sembarangan maka dapat membuangnya dalam kantong tersebut jelas dr. Ariani.
Sementara dikesempatan lain dr. Ariani juga menjelaskan bahwa untuk menjaga anak dapat tetap dapat mengikuti PTM dibutuhkan imunitas anak yang baik.
dr. Ariani menyebutkan bahwa imunitas terbaik adalah imunitas alami. Imunitas alami bisa didapatkan dari tubuh yang sehat. Saat seseorang dalam kondisi sehat, tubuh akan memproduksi sel-sel imun yang baik.
Cara membuat tubuh menjadi sehat adalah memastikan nutrisi yang didapatkan harus cukup dan seimbang. Selain itu, anak juga harus mendapat tidur yang cukup.
“Anak SD butuh waktu tidur paling tidak 10 jam sehari. Anak remaja butuh waktu tidur 8 jam,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr Ariani menjelaskan nutrisi cukup dan seimbang adalah makan dengan kualitas dan kuantitas yang cukup.
Kuantitas artinya jumlahnya, makan tiga kali sehari, boleh ditambah dua kali snack, boleh dilengkapi dengan susu misalnya. Kalau kualitas artinya makanan harus mengandung zat-zat makronutrien dan mikronutrien,” paparnya dalam tayangan e-life, Jumat, (3/9/2021).
Makronutrien merupakan karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Di antara zat-zat itu, protein memegang peranan yang sangat penting dalam sel-sel imunitas. Jadi, pastikan makanan anak mengandung cukup protein, baik protein hewani maupun nabati.
Beberapa makanan yang mengandung protein di antaranya:
Daging ayam
Daging sapi
Ikan
Telur
Tahu
Tempe.
Sedangkan vitamin dan mineral bisa didapatkan dari konsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup.
“Bila perlu boleh ditambah suplemen tapi tidak wajib. Paling penting makanan atau bahan alaminya mengandung semua zat-zat tersebut,” tutup dr. Ariani. (WHB#)