JENEPONTO||Benuasulselcom- Koalisi Pemuda Mahasiswa (KPM) Sulawesi Selatan kembali menggelar aksi di depan kantor Dinas PUPR dan kantor bupati kab. Jeneponto. Para demonstran mensinyalir terkait beberapa item pekerjaan yang bermasalah. Senin, 21/3/2022
Proyek yang diduga bermasalah di antaranya pembangunan infrastruktur trotoar/ pedestrian jalan/ drainase paket IV (empat) dengan nilai kontrak Rp. 11.276.910.000,- T.A 2020 pelaksana PT. ADITYA PERDANA SAKTI, dan peningkatan jalan;
1. Poros ujung loe-TPA Sapanang.
2. Poros Bontoa-Sapanang dengan nilai kontrak Rp. 3.679.792.000 T.A 2021 pelaksana CV.CIPTA BAHAGIA UTAMA.
Menurut jendral lapangan KPM Sulsel bahwa Sesuai dengan hasil investigasi di lapangan terdapat beberapa kerusakan yang cukup parah namun melihat kondisi tersebut, saya Dhedi Arsandi selalu jenderal lapangan menduga kepala Dinas PUPR Kab. Jeneponto seakan akan apatis tanpa melakukan hal dan tindakan yang cukup signifikan padahal kondisi pekerjaan tersebut sangat memprihatinkan, kami juga menduga kuat bahwa kepala Dinas PUPR telah melakukan konspirasi jahat dengan orang orang yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
Oleh sebab itu kami dari Koalisi Pemuda Mahasiswa (KPM) Sulsel menuntut:
1. Copot kepala dinas PUPR dan Kabid
Bina Marga kab. Jeneponto.
2. Mendesak bupati Jeneponto untuk
segera mencopot kepala dinas PUPR
dan Kabid bina marga yang kami
duga terindikasi korupsi.
3. Kejari Jeneponto gagal dalam
penanganan kasus di Dinas
PUPR kab.jeneponto.
4. Tangkap dan adili pelaku kejahatan
pekerjaan trotoar dan pengaspalan.
5. Kejari jeneponto harus profesional
dalam penanganan kasus pada dinas
PUPR kab.jeneponto.(DMB#)