AD/ART PBNU Tak Melarang Ketua PBNU Jabat Lebih Dari Dua Periode

IMG_20211007_075235.jpg

JAKARTA]benuasulsel-com-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak melarang posisi ketua umum dijabat orang yang sama lebih dari dua periode. Hal itu diketahui dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama hasil Muktamar ke-33.
Dalam dokumen AD/ART yang dikonfirmasi Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad, tidak ada pasal yang membatasi masa jabatan ketua umum PBNU.

“Masa khidmat kepengurusan sebagaimana dimaksud pada Pasal 14 adalah lima tahun dalam satu periode di semua tingkatan, kecuali pengurus cabang istimewa selama 2 (dua) tahun,” bunyi Pasal 16 ayat (1) Anggaran Dasar NU.

Pembatasan masa jabatan juga berlaku bagi ketua umum badan otonom. Ketua umum badan otonom NU dibatasi maksimal dua periode.

Pengecualian diberikan kepada badan otonom NU yang berdasarkan usia, seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU. Ketua umum di badan-badan itu dibatasi hanya satu periode.

AD/ART NU hanya mengatur mekanisme pemilihan ketua umum. Pemilihan dilakukan lewat muktamar dengan melibatkan seluruh muktamirin.

“Ketua umum dipilih secara langsung oleh muktamirin melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam muktamar, dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari rais ‘Aam terpilih,” bunyi pasal 40 ayat (1) huruf e Anggaran Dasar NU.

Ketua umum bersama rais ‘Aam, wakil rais ‘Aam, dan wakil ketua umum kemudian menentukan susunan pengurus syuriyah dan tanfidziyah. Mereka dibantu sejumlah formatur yang mewakili wilayah Indonesia barat, tengah, dan timur.

Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021. Salah satu agenda dalam muktamar adalah pemilihan ketua umum PBNU.

Sejumlah nama masuk bursa kandidat ketua umum PBNU. Mereka adalah Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU Marsudi Suhud, dan Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar.

Said Aqil telah memimpin PBNU selama dua periode. Ia menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

“Kalau banyak permintaan, ya saya siap dong. Kader harus siap kalau banyak permintaan walaupun sampai saat ini saya belum men-declare secara resmi, tetapi permintaan sudah sangat banyak,” kata Said di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu kemarin,(6/10/2021).

Sumber : CNN

(Visited 16 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *