9 Pemuda terjaring Operasi Pekat, Polsek Rappocini lakukan Pembinaan Spritual Keagamaan.

IMG-20210705-WA0047.jpg

Makassar (Benuasulsel.com) Polsek Rappocini menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), menindaklanjuti perintah Kapolri tentang pemberantasan Premanisme, seperti diketahui aparat Kepolisian Polrestabes Makassar beserta jajarannya sedang menggelar Operasi Cipta Kondisi sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(5/7)

Dalam kegiatan operasi tersebut Polsek Rappocini berhasil menjaring sembilan orang pemuda, setelah sebelumnya meneriaki petugas satgas pengurai kerumunan (Raika) yang sementara melaksanakan himbauan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat sekitar.

Tim Resmob Polsek Rappocini dipimpin Ipda Ahmad Hajar,SH, berhasil mengamankan sembilan orang pemuda yang diketahui semuanya berprofesi sebagai juru parkir liar disekitar lapangan Emmy saelan Kelurahan Bonto Makkio, selanjutnya mereka digelandang ke Mapolsek Rappocini untuk dilakukan pembinaan.

“Kami berhasil mengamankan pelaku setelah berteriak kata-kata kasar kepada petugas satgas yang sementara melaksanakan tugas” tutur Ipda Ahmad

Kegiatan Operasi Pekat bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah hukum Polsek Rappocini sesuai dengan perintah bapak Kapolri, jelasnya.

Selanjutnya kesembilan pemuda tersebut, melalui Bhabinkamtibmas kelurahan Mappala Aiptu Umar Zulkarnain, dibawa ke Mesjid Al Muhajirin Jalan Toddopuli 22 untuk mengikuti pembinaan spritual keagamaan dengan cara itikaf selama tiga hari dengan memberikan bimbingan agar mereka mempunyai moral dan budi pekerti yang luhur dengan segala perbuatan berpedoman pada ajaran Islam.

“Bila sebelumnya kurang baik dan tidak sesuai dengan perbuatannya, dengan dasar demikian tujuan dari pembinaan keagamaan adalah mewujudkan manusia yang meyakini dan menjalankan ajaran agama Islam dengan sepenuhnya” tutur Aiptu umar.

Ditambahkan Aiptu Umar bahwa kegiatan pembinaan spritual keagamaan ini sudah berjalan selama dua tahun dan Alhamdulillah sudah banyak pemuda yang berhasil dan kembali menjalankan kegiatan keagamaan sebagai kewajiban sebagai umat Islam, ungkapnya.

Pembinaan spritual keagamaan bagi generasi muda sangat diperlukan dan harus terus berkesinambungan tutur Umar, sebab generasi muda sebagai pemegang tongkat est

(Visited 161 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online