Siswa-siswi Salah Satu SD Negeri di Pesisir Selatan Belajar Dilantai, Kepsek: Ini Sejak Tahun Ajaran Baru

IMG-20220920-WA0049.jpg

PESSEL-Benuasulsel.Com-
Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 34 Siguntur Tua Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, terpaksa harus belajar dilantai karena tidak memiliki kursi dan meja di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 34 Siguntur Tua, Ermaida mengatakan siswa yang belajar dilantai itu merupakan siswa kelas 2, dengan memanfaatkan ruangan tempat ibadah (Musholla) yang beralaskan karpet atau permadani.

Dengan kondisi demikian membuat dirinya resah apalagi sekolah itu telah lolos sebagai sekolah penggerak. Sehingga keresahan ia sampaikan ke salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Daerah Pemilihan (Dapil) setempat termasuk juga komite.

“Siswa belajar dilantai mushola ini semenjak tahun ajaran baru. Karena kursi dan meja tidak ada. Dengan keresahan ini saya ungkapkan ke salah seorang anggota Dewan Dapil sini,” kata dia, Minggu (18/9) kemarin.

“Dan saya sangat respect sekali dengan anggota Dewan, Robi Nur dan juga komite,”bebernya.

Ia menyampaikan, agar siswa – siswa tersebut bisa belajar seperti dengan peserta didik yang lainya. Sehingga ia pun berinisiatif agar tidak kelamaan belajar dilantai berinisiatif mencoba untuk memperbaiki kursi – kursi yang rusak di sekolah tersebut agar dapat dimanfaatkan. Namun upaya itu tidak sesuai yang diharapkannya

“Agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak dilantai lagi, saya telah mencoba untuk memperbaiki kursi yang patah namun juga tidak bisa dimanfaatkan. Namanya kursi yang rusak yang kita perbaiki tentu tidak bisa dipergunakan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa persolan itu belum pernah di sampaikan ke Dinas Pendidikan setempat. Menurutnya dalam penyediaan mobiler dari pemerintah tersebut akan memakan waktu yang cukup lama. Karena terlebih dahulu harus mengajukan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui aplikasi dengan menunggu proses yang lama.

“Ya, persoalan ini belum pernah saya sampaikan ke Dinas Pendidikan. Karena penyediaan ini harus mengajukan Dapodik dulu melalui aplikasi. Dan itu pun menunggu proses yang lama,” ungkapnya.

Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah setempat agar melengkapi perlengkapan mobiler (kursi/meja) di sekolah tersebut sehingga siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat lebih nyaman.

Dan samping itu pihaknya juga menginginkan dari orang tua murid untuk dapat berperan aktif dalam dunia pendidikan sehingga program berjalan sesuai yang direncanakan.

“Saya sangat ingin sekali sekolah ini maju sesuai program .Karena sekolah ini telah lolos sebagai sekolah penggerak. Maka dari itu saya menginginkan peran aktif juga dari orang tua murid dan lainya,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Selatan, di daerah pemilihan (Dapil) setempat, Robi Binur mengakui menerima keresahan Kepala Sekolah terkait belajar dilantai pada siswanya di sekolah tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, dirinya langsung menghubungi Dinas terkait untuk segera menangani permasalahan tersebut.

“Saya telah menghubungi kadisnya dan akan dianggarkan perubahan tahun ini,”pungkasnya.(Wandi).

(Visited 5 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top