KH. Hamdani : Mengintip Hilal di Balik Dinding Rukyah dan Hisab

19-07-53-teropong-hilal-300x216-169184371.jpg

*Pilihan Mengawali 1 Ramadan dan 1 Syawal 1443 H*

oleh : KH. Hamdani

*Pilihan Pertama : 1 Ramadan jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022*
Berikut penetapannya :
Berdasarkan hasil hisab hakiki, wujudul-hilal pada hari Jumat, 29 Sya’ban 1443 / 1 April 2022, ijtimak jelang Ramadan terjadi pada pukul 13:27′:13″ WIB. Tinggi bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta +02:18″:12″ (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam, Bulan berada di atas ufuk. Maka *1 Ramadan 1443, jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022.
Secara kriteria hisab wujudul-hilal semua persyaratan telah terpenuhi saat Matahari terbenam pada hari Jumat, 1 April 2022, sehingga 1Ramadan jatuh pada hari Sabtu, 2 April.
Penetapan ini dipelopori oleh Muhammadiyah dan Ormas-ormas lainnya yang sejalan dalam metode hisab hakiki, fokus pada wujudul-hilal sehingga dianggap sudah masuk awal bulan baru.

Metode hisab, di negara-negara yang mengalami kendala intip hilal sangat tepat, karena dunia ilmu pengetahuan syar’i dalam Ilmu Falak diakui oleh dunia astronomi. Tingkat keabsahannya tidak meleset jika dikaitkan dengan metode rukyah, bahkan sangat membantu versi rukyah yang selalu mengalami hambatan pengintipan lewat teropong canggih yang juga sering tak tepat obyek yang dilihat karena cuaca.

*Pilihan ke-2 : 1 Ramadan 1443 jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022*
Berikut penetapannya :

Tinggi hilal di atas ufuk Barat pada hari Jumat, 1 April 2022/29 Sya’ban 1443 saat Matahari terbenam di seluruh Indonesia berkisar antara 2°:10′ Busur (tertinggi) di Bengkulu sampai dengan 1°:7′ Busur (terendah) di Jayapura.
Nilai sudut elogasi Bulan saat Matahari terbenam pada hari Jumat, 1 April 2022/29 Sya’ban 1443 di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 3°:28′ Busur (tertinggi) di Banda Aceh sampai 2°:56′ Busur (terendah) di Kupang.
Dari data hilal tersebut dapat disimpulkan bahwa 1 April 2022, hari Jumat/29 Sya’ban 1443 “belum memungkinkan untuk diamati/dilihat/diintip”, karena belum terpenuhi kriteria “imkan rukyah”.
Jadi, bulan Sya’ban digenapkan 30 hari, maka 1 Ramadan jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022.

*Pilihan Awal Ramadan 1443 H Relatif*

Penetapan Awal Ramadan dan Syawal, sesungguhnya termasuk masalah ijtihadi. Tak ada yang menjamin dari sudut manapun bahwa metode rukyah lebih tepat, begitupun sebaliknya bahwa metode hisab hakiki paling benar.
Hanya imej personallah yang menggiring orang lain bahwa satu di antara dua metode untuk mengintip anak bulan adalah paling benar.

Yang benar adalah : kedua-duanya karena memiliki keunggulan dan kekurangan masing² metode.
Anda punya pilihan salahsatu di antara dua penetapan awal Ramadan.

*Idulfitri, 1 Syawal 1443 H*

Bertolak dari hisab hakiki, tanggal 30 Ramadan, ijtima’ terjadi pada hari Ahad, 1 Mei 2022 pukul 03:31′:02″ WIB. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta +04° 50′ 25″ (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari☀️ terbenam itu Bulan 🌙 berada di atas ufuk.
Maka : *Idulfitri 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022*.

Penetapan lewat media/metode rukyah maka *imkan rukyah sama dengan wujud hilal bahwa saat Matahari☀️terbenam itu Bulan🌙sudah berada di atas ufuk, sehingga 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022*.

Dengan demikian, kaum muslimin yang memulai berpuasa dari tanggal 2 April, jumlah hari puasa adalah 30 hari.
Sedangkan kaum muslimin yang memulai puasa dari tanggal 3 April, jumlah hari puasa adalah 29 hari.

Jadi : Kaum muslimin mengawali puasa tahun ini, beda di awal, tapi sama di akhir. Sama-sama beridulfitri hari Senin, 2 Mei 2022
(إن شاء الله رب العالمين)

Notes : alangkah indahnya kaum muslimin tidak menjadikan sarana perbedaan menjadi perpecahan. Kepada para muballigh harus bijak menjelaskan kepada umat bahwa baik metode hisab maupun metode rukyah adalah mendapat tempat yang sama dan diakui berimbang dalam menetapkan waktu² ibadah dalam Islam. Kedua metode tersebut saling menguatkan, bukan saling melemahkan. والله اعلم بالصواب
سبحانك لا علم لنا إلا ماعلمتنا إنك انت العليم الحكيم

(Hamdani KH, Lhokseumawe, 26 Sya’ban 1443 H / 29 Maret 2022).

(Visited 120 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top