Kapolsek Bajeng AKP Al Habsy SH. Lakukan Pengamanan di SPBU Limbung Bajeng.

IMG-20220316-WA0007.jpg

GOWA||Benuasulsel.com-Kapolsek bajeng AKP. Al Habsy SH., melakukan pengamanan di SPBU Bajeng, giat pengamanan ini dipimpin langsung AKP Al Hasby. Pengamanan ini adalah untuk mengantisipasi antrian yang begitu panjang yang dikhawatirkan terjadinya gesekan antara para sopir mobil truk, dalam pengisian bahan bakar berupa solar yang akhir-akhir ini, terjadi kelangkaan di SPBU di wilayah Bajeng dan beberapa SPBU lainnya, yang ada di kabupaten Gowa.

Beberapa pekan terakhir ini terjadi kelangkaan bahan bakar solar disemua SPBU terutama di kab. Gowa, sehingga terjadi antrian panjang mobil truck di sepanjang jalan poros Limbung dan dibeberapa titik SPBU, yang mengakibatkan kemacetan. Polsek Bajeng dengan sigap turun tangan melakukan pengawalan dalam mengantisipasi kesalahpahaman sesama sopir truk dititik pengisian.

Ada kemungkinan SPBU di daerah lainnya juga mengalami kelangkaan seperti SPBU limbung, kata salah satu sopir truk ke awak media, dia berharap supaya bahan bakar solar bisa lancar sedia kala, agar supir truk tidak antri lagi seperti kejadian yang kita alami ini. Ungkapnya.

AKP Al Habsy SH., kapolsek Bajeng Polres Gowa saat di konfirmasi usai melakukan pengamanan di SPBU Limbung, beliau mengatakan bahwa untuk menghindari para cukong /penimbun BBM solar, kapolsek Bajeng sigap dan siap selalu menjaga situasi SPBU yang ada di wilayah Bajeng, dan sekitarnya dalam kondisi aman dan kondunsif. Terkadang kita turun mengawal sekitar satu jam, mulai pukul 16.30 wita sampai selesai.

Di tempat terpisah Salah satu dari sopir truk yang mengaku sudah lama mengantri mengatakan bahwa nasib para sopir truk terancam dengan adanya kelangkaan solar seperti sekarang ini, karena kita tidak bisa beroperasional mengangkut barang, yang otomatis tidak ada penghasilan. Bahkan ada juga berasumsi bahwa kelangkaan solar ini sepertinya ada pihak tertentu yang sengaja membuat situasi seperti ini, agar bahan bakar pengganti solar bisa laku terjual.

Sementara sopir lain berpendapat bahwa kelangkaan solar ini diduga, disengaja dengan sasaran untuk dinaikkan harganya. Disisi lain adanya aturan baru bagi pembeli solar tidak dilayani, nanti kalau ada surat dari kelurahan atau dari desa baru di kasi 1/2 jerigen, inikan aturannya dari mana?

Haruskah, kita bawa surat..? aturan ini sepertinya makin menyusahkan masyarakat apalagi imbas dari pandemi belum pulih sedia kala, khususnya perekonomian masyarakat bawah. Lagi pula bagaimana nasib, kalau sopir penumpang antar daerah, pasti aturannya lebih ribet lagi….? dalam hal membeli solar, Ucap salah seorang Sopir yang tak mau disebut identitasnya. (RB#)

Laporan : Team benuasulsel

(Visited 36 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top