DPW BKNDI SULSEL Bahas Program Moderasi Beragama Bersama Ketua Komisi VIII DPR RI

IMG-20220913-WA0003.jpg

MAKASSAR||Benuasulsel.com-Bertempat di Cafe CCR di bilangan Jl. Toddopuli pada Senin, 12 September 2022.

Pengurus DPW BKNDI SULSEL yang terdiri atas Ibu Alfrida Jawali selaku ketua, Muhammad Askar selaku sekretaris, Nur Alam Rewa selaku bendahara dan dua pengurus lainnya masing M. Subhan dan Asrianti ikut beraudiensi dengan bapak Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag yang di dampingi oleh Hamzah Hamid selaku wakil ketua Banggar DPRD kota Makassar serta Staf Ashabul Kahfi Abd. Majja.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa DPW BKNDI SULSEL memiliki program unggulan yaitu Diklat P3D, pendidikan dan pelatihan pemuda, pelopor, pembangunan desa atau kelurahan, tegas Askar selaku juru bicara Audiensi kepada Ashabul Kahfi. Lebih jauh Askar menjelaskan bahwa diperlukan ketahanan dan pertahanan ideologi yang kuat terhadap kondisi pemuda dan pemudi desa dan kelurahan, karena saat ini dunia semakin berkembang dan lintasan negara antara satu dengan lainnya menjadi sangat tak terbatas melalui kecanggihan teknologi dan makin merebaknya dunia informasi.

Dunia ini bisa dalam genggaman melalui gadget. Tanpa ideologi kebangsaan dan keagamaan yang kuat maka dapat dipastikan anak anak muda kita di desa dan kelurahan akan sangat mudah terseret oleh arus globalisasi yang sangat cepat, pengaruh radikalisme, terorisme, pragmatisme serta ideologi sesat yang lain seperti hedonisme, apatisme dan lainnya dapat sewaktu waktu merubah pola fikir anak anak muda di kampung tegas Askar.

Akibat ancaman inilah DPW BKNDI SULSEL memandang penting untuk memberi bekal kepada generasi muda kita terutama di tingkat desa dan kelurahan agar dapat terjaga dan tetap memiliki cara pandang yang benar terhadap kehidupan kebangsaan Indonesia tutup Askar .

Di sisi lain Dr. H. Ashabul Kahfi, menyambut baik program DPW BKNDI SULSEL tersebut, ” saya kira program P3D BKNDI ini sangat baik ya karena teman teman BKNDI ikut memikirkan masa depan regenerasi pemuda desa dan kelurahan, saya kira banyak hal yang bisa di sinergikan dengan kami di komisi VIII DPR RI, seperti Program Moderasi beragama itu bisa masuk sebagai materi dalam kegiatan Diklat P3D itu, program perlindungan sosial oleh Kemensos RI dan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga bisa di sinergikan tegas Kahfi.

Saya menyambut baik program ini dan kalau bisa kita uji coba dululah di beberapa kelurahan atau desa dengan mengikutkan peserta 10 orang setiap desa, kita akan lihat bagaimana efek sosial yang di timbulkan, kalau Diklat P3D ini efektif maka saya kira pemerintah, baik pusat maupun daerah akan membantu pelaksanaannya.

Insya Allah saya selaku Ketua komisi VIII akan mengkomunikasikan dulu dengan kementerian terkait dalam waktu dekat ini, dan Insya Allah segera kita akan laksanakan kegiatan ini, tutup Kahfi.(NAR#)

Reporter: Dirman Mile
Editor. : Alam

(Visited 14 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top