Dihantui Rasa Takut dan Khawatir Diterjang Gelombang, 16 Kepala Keluarga di Desa Kalao Toa Pindah ke Perbukitan

Screenshot_20240707_164202.jpg

SELAYAR-Benuasulsel.com-Dihantui Rasa TakutEnam belas kepala keluarga yang selama ini menghuni dan tinggal bermukim di pesisir barat Dusun Latokdok, Desa Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan terpaksa harus mengungsi dan memindahkan secara mandiri bangunan rumahnya ke lokasi yang lebih aman di kawasan perbukitan.

Warga pindahan dari pesisir barat Dusun Latokdok, saat ini terkonfirmasi tinggal menyebar di beberapa wilayah desa di Kecamatan Pasilambena.

Keputusan untuk pindah ke kawasan perbukitan ditempuh warga, setelah sekian purnama menantikan pembangunan kembali tanggul penahan ombak di pesisir pantai sebelah barat Desa Kalao toa yang luluh lantak usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 SR, pada tanggal 14 Desember 2021 lalu.

Warga memilih pindah ke tempat yang lebih aman, setelah kurang lebih tiga tahun dihantui rasa takut dan khawatir akan menjadi korban terjangan badai gelombang.

Sekretaris Desa Kalao Toa, Aris mengkonfirmasi, masih ada lima kepala keluarga yang sampai sekarang masih tetap tinggal bertahan menghuni dan mendiami kawasan pesisir pantai sebelah barat Desa Kalao toa.

Sementara enam belas bangunan rumah lainnya sudah dikosongkan dan ditinggal pindah oleh pemiliknya ke kawasan perbukitan.

Makking, salah seorang kepala keluarga di Dusun Latokdok Barat, bahkan nekad membangun tanggul secara mandiri dengan menggunakan biaya pribadi untuk melindungi dan menghindari rumahnya diterjang gelombang pasang air laut.

Sebelumnya, wilayah pesisir barat Desa Kalao toa sempat dinyatakan mengalami pergeseran oleh badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG).

Usai diguncang gempa, kondisi ketinggian tanah di sekitar lokasi, terkonfirmasi mengalami pergeseran dan turun sekitar 1 meter 40 dari posisi awalnya.

Hal ini menyebabkan bangunan rumah warga di pesisir sebelah barat Desa Kalao toa sangat rentan dan rawan diterjang gelombang pasang air laut, ungkap Aris, menirukan petikan pernyataan BMKG.

Aris berharap, Pemerintah bisa segera mempertimbangkan pembangunan kembali tanggul penahan ombak di sepanjang pesisir barat Desa Kalao toa dan membenahi seluruh bangunan sarana prasarana serta proyek infrastruktur di Kecamatan Pasilambena yang hancur usai dihantam gempa empat tahun silam.(A.Fadly Syarif)

Jurnalis: A.Fadly Syarif

(Visited 6 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top