Benarkah Kelola Bisnis Ilegal di Baji Pa’mai-Borimatangkasa? Kadus: Aktivitas Bukan Tambang, Pengcetakan Sawah Produktif.

IMG-20210804-WA0081.jpg

Gowa (benuasulsel.com) Ada Armada Truck keluar-masuk Mengangkut tanah untuk Kebutuhan pembuat batu merah Di Dusun Baji Pa’mai Desa Borimatangkasa Kec.Bajeng Barat, Gowa, Sulsel.
Angkutan tanah itu produk Daratan ketinggian Seputarnya bekas galian batu Merah (pa’batuan Mak) Menjadi lahan tidak Produktif dan gersang yang Pemiliknya 3-4 orang Berharap dan pamit di rumah Pak Kepala Dusun(Kadus) Baji Pa’mai, Abdul Razak Dg Sarring untuk perbaikan dan pengcetakan sawah yang bisa panen 2-3 pertahun Sebagaimana yang dituturkan pemilik lahan.
Kadus Baji Pa’mai, Abdul Razak Dg Sarring mengatakan, Maaf Saya selaku Kepala Dusun bukan pengelola Tambang kecuali mengakomodir pengaduan harapan sejumlah pemilik lahan di area itu yang menginginkan lokasinya dapat produktif, jadi sawah yang dapat 2-3 panen Sehingga meng-aminkan keinginannya dan memanggil Dg Jowa untuk mengelola lokasi dengan meratakan kubangan pa’batuan dan Sebagian tanah dibeli dan Digunakan tukang batu (pabatu Mak) yang banyak di Kampong sini, ujarnya.

Empat Orang Pemilik lahan dengan luas. 20.000 mtr yang berlokasi di Kp. Kokowa Dusun Baji. Pa’mai Desa Borimantangkassa kecamatan Bajeng Barat kabupaten Gowa.dari ke empat pemilik lahan tersebut masing2 Nama, 1- Dg Bonto. 45 Tahun ,Dg Naba,.60 Tahun. dan Dg.Bundu 50 Tahun. Ketiganya adalah warga kelurahan limbung kecamata Bajeng Kabupaten Gowa. Dan . Ismail Sijaya. 55 Thn adalah warga Dusun Baji, Pa’mai Desa Borimantangkassa, Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa,

Kepada media ini Dg. Bundu yang mewakili dari ke tiga Rekannya itu dalam keteranganny bahwa memang lahan tersebut adalah Warisan orang tua kami. Tapi lahanya tidak produktif karena lahan tersebut adalah bekas galian oleh pelaku Usaha batu merah di beberapa Tahun silam. dan lokasi ini Adalah tanah sawah yang Tidak di jangkau oleh air Irigasi dan hanya dapat di panen dua kali “- Maka kami Berempat berkunjung kediaman Saudara Abd. Razak Sarring
Selaku Kepala Dusun. Baji, Pa’mai dengan tujuan untuk Meminta ptunjuk agar lokasi kami dapat menggunakan air Irigasi dapat menanam padi Tiga kali dalam setahun. yang selama kami hanya menam Dua kali karena lokasi lahan Tada ujan, dan dengan Pengerukan lahan agar dapat Menggunakan air iri gasi, Dan nantinya bisa menanam padi tiga kali.

Atas keluhan yang kami Ajukan maka Pak. kadus Mendapat solusi. Sehingga Sengaja Melakukan kegiatan Dalam melaksanakan kiat kerja memgelolah lahan yang Tidak produktif di kelolah jadi produktif.

Dengan cara mengeruk Menggunakan Exsavator dan Segaligus menimbun bebarapa lubang bekas galian.dan sisa limbahnya kami jual kepada Waga setempat untuk di Manfaatkan mengelolah batu Merah dam juga timbunan.dan Hasil dari penjualan itu kami gunakan untuk biaya Sewa alat dan upah operator.

Kepada Media ini Abd Razak Sarring Kadus Baji Pa’mai Desa Bori mantangkassa Kecamatan Bajeng Barat.dalam Keterangannya bahwa benar Apa yang di jelaskan oleh pemilik lahan sehingga saya Sekaku pemerentah yang Mengayomi warga di wilayah Dusun Baji.Pa’mai saya harus Merespon dan mendukung demi Kesejateraan warga saya.dan Saya suda siap menanggung Dari segala resiko negatif Yang muncul, Saya sadar Bahwa usaha yang di lakukan Ini tentu mendapat sorotan Dari berbagai pihak yang Memandang dengan kaca mata Negatif bagi sebagian oknum Warga yang kurang senang dan faktor kesenggang sosial “-Dan yang pastinya usaha ini Dalam asumsinya adalah Galian tambang. Dan sorotan Ini uda di publikasikan oleh Beberapa rekan media online. Karena di ber amsusinya Identik galian tambang.

Selanjutnya ia menjelaskan, Bahwa yang perlu di ketahui Bahwa lahan tersebut di olah Dengan menggunakan alat Berat Exsavator, untuk Menimbun sebagia lahan yang Berlubang bekas pembuata Batu mera dan sisanya dari Tanah limba itu di jual guna Untuk membeli solar dan Bayar sewa alat dan gaji Operator yang meratakan lahan untuk jadi sawah yang priduktif,- Jelasnya.

Lanjunya, “Selain dari Kondisi lahan yang agak Tinggi sehingga tidak di jangkau oleh irigasi.bukan Di jadikan objek tambang yang mementingkan kelompok Atau pribadi. bahwa perbuatannya itu sudah Melanggar aturan dan hukum Tapi apa yang saya lakukan I ni bukan merusak lahan. Saya juga sadar bahwa Seseorang yang melakukan pengerusakan lahan sama saja Merusak lingkungan dan itu Wajib di tindak tegas oleh pihak penegak hukum, Imbuhnya.(Edtr-budi)

(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top