Baznas Gorontalo Study Banding Di Baznas Kota Makassar

IMG-20220329-WA0024.jpg

MAKASSAR||Benuasulsel.com-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ) kota Makassar yang dinahkodai HM. Ashar Tamanggong pada Senin kemarin 28/3 menerima kunjungan komisioner BAZNAS Kota Gorontalo. Sebelumnya, BAZNAS Makassar juga menerima kunjungan beberapa komisioner Baznas baik dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Barat, dan kabupaten kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Empat komisioner BAZNAS Kota Gorontalo yang berkunjung ke Baznas Makassar dalam rangka melakukan studi banding (Stuban) ke BAZNAS Kota Makassar itu masing masing Haris S Moha, Mansyur Rono Sumitro, Riton Ma’ruf, dan M.Husain Rauf . Mereka didampingi Sekretaris BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hae.
Senin, 28/3/2022

Dari pihak BAZNAS Kota Gorontalo mengungkapkan, tujuan Stuban ke BAZNAS Makassar, selain menjalin silaturrahmi dengan sesama komisoner, sekaligus kepingin belajar lebih banyak, utamanya menyangkut penerimaan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS.

“Mengapa kami memilih BAZNAS Kota Makassar sebagai lokasi studi banding? Tidak lain karena BAZNAS Makassar merupakan Baznas terbaik, dari berbagai BAZNAS di tanah air. BAZNAS Makassar dikenal luas, bukan saja di wilayah Sulawesi, melainkan hingga ditingkat nasional. Makanya, kami ke sini. Kami mengharapkan, banyak masukan, sehingga nantinya kami pelajari untuk kemudian diterapkan di Gorontalo,” demikian yang mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung penuh akrab itu.

Seperti diketahui, dulu, BAZNAS Kota Gorontalo mampu mendapatkan Rp150 juta sebulan, naik hingga mencapai Rp 450 juta hingga Rp 500 juta sebulan. Kenaikan ini lantaran pelibatan walikota Gorontalo yang mengeluarkan surat edaran agar pemotongan ZIS kepada ASN sebesar 2,5 persen pendapatan, seperti tersirat dalam Al Qur’an.

Setelah ASN, saat ini sedang diupayakan agar seluruh BUMN dan sejenisnya yang ada di Gorontalo juga membayar ZIS di BAZNAS. Dengan demikian nantinya, bidang pengumpulan bisa meraih ZIS lebih Rp 500 juta sebulan.

Kepada tamunya, HM Ashar Tamanggong mengaku, saat ini pihaknya sedang gencar gencarnya mensosialisasikan instruksi Walikota Makassar Nomor 400/119/Kesra/I/2022, tertanggal 5 Januari 2022. Instruksi tentang pemotongan 2,5 persen itu ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), dan karyawan Perusahaan Daerah muslim lingkup Kota Makassar.

“Insya Allah, bulan April nanti, seluruh ASN sudah dipotong 2,5 persen dari gaji diluar tunjangan lainnya. Jika berjalan baik, maka dari ASN Pemkot Makassar saja bisa mencapai lebih Rp 1 miliar sebulan. Itu belum termasuk karyawan Perusda muslim, dan instansi lainnya di lingkup Pemkot Makassar lainnya. Di antaranya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid.

Ashar Tamanggong mengaku, keberhasilan BAZNAS Kota Makassar tidak terlepas dari peran dan dukungan penuh Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto dan seluruh masyarakat kota Makassar.

“Bagi kami, Bapak Walikota Makassar sangat berperan. Beliau sangat merespon gerakan zakat yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar. Beliau beralasan, zakat dapat membawa manusia muslim hidup dalam ketentraman. Al-Qur’an pun, menjelaskan Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka,” tegasnya.

“Disisi lain, dengan zakat itu pula dapat mengangkat ekonomi kaum dhuafa, atau orang kurang mampu. Tujuan akhirnya, agar menurunkan kemiskinan,” tambahnya, seraya menambahkan, gagasan walikota lainnya yang dalam waktu dekat akan direalisasikan adalah zakat uang panaik.

Menurutnya, sejak dilantik walikota Mei 2021 lalu, pihaknya bersama tiga komisioner lainnya, bertekad berbuat yang terbaik bagi majunya BAZNAS Kota Makassar.

“Kerja kami tidak setengah setengah, kami akan melakukan apa saja demi kemaslahatan ummat dan keummatan di kota ini. Apalagi, potensi zakat di Makassar ini sekitar Rp 2 triliun,” jelas alumni Tarbiyah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.

ATM—sapaan akrab Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini menguraikan, seluruh ZIS yang terkumpul tidak tertahan lama di BAZNAS, melainkan dalam hitungan hari, langsung diserahkan kepada kaum dhuafa yang benar benar membutuhkan.

Misalnya melalui bantuan bulanan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) se kota Makassar. Nilai nominal sebulan puluhan juta rupiah. Setiap Rabu, memberikan bantuan bahan makanan bagi pemulung yang berada di tepi tepi jalanan, dan emperan toko. Khitanan bagi 1.000 anak dari keluarga kurang mampu—tahun 2021 lalu 500 orang.

Ada pula program BBM, atau Baznas Bersih Masjid. Kegiatan ini dilakukan setiap akhir pekan (Sabtu-Ahad) dari masjid masjid di seluruh kota Makassar. “Untuk mensukseskan kegiatan ini, Baznas melakukan kerjasama dengan penyuluh agama, termasuk Dewan Masjid Indonesia, NU, dan nantinya juga dengan pemuda Muhammadiyah.

Sedangkan program paling mentereng saat ini adalah Z-Mark. Dalam waktu dekat juga akan direalisasikan program Z-Chichen bagi sekitar 500 UMKM. Modal yang diberikan per orang Rp 12 jutaan, tanpa pengembalian.

Di bidang pendidikan, memberikan bea siswa kepada siswa berprestasi, tetapi kurang mampu. Setidaknya 1.000 orang siswa penerima, mulai dari SD, SMP, SMA/MAN, santri, hingga mahasiswa S1 dan S2, baik di dalam maupun luar negeri.

Termasuk, memberikan bantuan modal kepada UMKM. Bantuan modal ini berkisar mulai Rp 2 juta hingga Rp 7 juta. Para penerima akan dibimbing bagaimana cara mengelola atau memenej bisnis, sehingga bisa menjadi pedagang tangguh, sehingga ke depan, nantinya mereka bisa menjadi Muzakki tutup Ashar.(RSB#)

Laporan : team Baznas Mks

(Visited 48 times, 1 visits today)
Muhammad Rustan Salam

Muhammad Rustan Salam

Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top